Kebanyakan Makan

Sebelum memulai postingan ini, saya mau mengucapkan selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan bathin. Mumpung masih suasana yak, sebelum gua kesel dan pengen tabok sensei gue gara gara lawakannya yang kelewat mirip situs tirto.

Oke, sekian, terima kasih *lah

Berhubung masih suasana lebaran aku pengen cerita, tentang yang ada kaitannya lah sama lebaran. Yaitu, makanan.

Yang baca blog ini dari jaman purbakala, mungkin udah tau kalo aku emang rajanya makan. Gak usah ditanya lagi kalo misalkan aku ditanya, “foto makanannya mana?” nih langsung kasih foto satu flashdisk OTG saya tanpa pamrih. Isinya dijamin malah bikin kesal kalian di jam makan siang.

Nah masalahnya lebaran tahun ini udah yang paling parah untuk urusan makanan. Aku gak berniat untuk balas dendam abis puasa kemarin. Beneran kagak.

Lah tapi aku makan rasanya udah kebanyakan dan kayaknya jumlah makanan yang aku makan udah yang paling banyak seumur hidup dah.

Hari H lebaran nih ya, aku pagi pagi makan ketupat tuh satu biji aku abisin sendiri, niatnya sih ngebrunch sekalian abisin stok ketupat keluarga (karena mau pergi kan besok besoknya?).

Abis itu kita semua pergi ke rumah kakek nenek di Bogor seperti biasanya. Dalam hati aku bertekad aku makan ketupatnya dikit aja seadanya.

Eh sampai di sana aku malah makan ketupat satu porsi lagi. Lebih dikit sih dari yang tadi pagi cuman tetap aja banyak banget yang aku ambil tetau. Udah ambil kerupuknya banyak banget pula belum lagi kuahnya.

Abis makan ketupat, aku yang dasarnya suka ngemil malah ganyem terus terusan gak berhenti. You mentioned it, brownies (yang ngabisinnya hampir seloyang guwe), nastar, gabus gabusan, bahkan sirup udah aku minum sampai bergelas gelas.

Walhasil begah dan aku berasa terlalu gendut, gak cakep dan gak berharga (yap segitunya). Terus malamnya jadi ogah makan. Padahal bokap ama adek udah beli jajanan dan aku milih tidur aja.

Ini belum seberapa guys…

Besoknya hari kedua (tepatnya hari ini yak) aku lebih parah lagi makannya gaaaaes.

Jadi gini, abis nginep di Bogor kan sekeluarga ke Kramat Asem silahturahmi sama keluarga almh. nenek saya. Aku cuman pengen makan siang di restoran dan diniatin dalam hati apalagi kata bapak mau makan mie bakso kocok kan?

Gak taunya? Di Kramat Asem malah disediain bakso komplit dengan mie kuning dan bihunnya. Belum lagi sebelumnya aku udah makan tape sama kolang kaling. Ditambah cokelat dan permen udah mampus gua.

Abis itu pulangnya, kukira kan langaung pulang ya gajadi makan mie bakso kocok, eh kata mama tetap jadi dong makan di sana? Walhasil aku bilang aku cuman mau minum doang.

Gak taunya sampai di tempat aku malah mau makan mie kocoknya, karena gak ada yang edible minumannya. Udah gitu pake mie kuning, banyak, gak enak pula. Gak enak kenapa? Karena sapinya terlalu berasa dan kuahnya hambyar….

Padahal gak jauh dari tempat itu ada mie kocok yang lebih rame dan enak pula.

Gak berakhir di situ, kita ke Summarecon Bekasi gara gara adek merengek pengen beli celana apa baju itu di yunikuro. Di sana kita malah beli shihlin (untung aja dishare sama sekeluarga satu porsi) dan aku milih minum cheese tea aja.

Eh masih lanjut lagi, dari Summarecon kita pulang dan shalat Ashar di suatu masjid. Di masjidnya ada banyak toko makanan dan lengkap pula. Walhasil, bapak beli gado gado dan nyokap (maksa) beli ketoprak dan minta dishare sama aku pula. Padahal sumpah, perut aku udah gak enak banget kebanyakan makan. Walhasil aku beli sendiri deh jus jambu yang ada di sana. Biar ada seratnya.

Bener aja, abis itu aku mules parah sepanjang perjalanan pulang. Sampai di rumah udah deh langsung ke toilet dan aku lampiaskan sepuas puasnya.

Abis itu baru berasa enteng dan kurusan… Walau perut masih sakit, sih.

——–

Gak ada hubungannya sama makanan sih, tapi aku mau cerita soal blognya sensei yang aku baru baca hari ini.

Pas aku baca, lawakannya ya Allah ampun gusti…. Aku yang pas baca lagi mules di perjalanan pulang, makin tambah mules baca blognya dia.

Dia bilang keselnya sampe nyanyi gugur bunga 7 kali, lah aku istighfar berkali kali sambil ngakak saking, ngeselinnya wwww

Kalo baca blognya dia ditambah lagi lawakannya di akun startupnya, langsung aku berkesimpulan ini jauh lebih parah daripada tirto yang suka aku baca.

Err, benernya sih lawakan sensei jauh mendingan daripada tirto. Soalnya tirto punya… Garing.

Tapi tulisannya udah menyerupai tirto dengan versi upgrade kesekiaaan gitu. Rasanya kalo ketemu lagi sama orangnya, pengen tak gampar pake kipas gede kayak di jepang kayak gini.

(langsung loncat ke 1:00, kabur sebelum ditimpuk sensei ke panama)

Advertisements

Analisis Terkait Kerusuhan di Depan Gedung Bawaslu 22 Mei 2019

Seperti janji saya, saya akan update perkembangan terbaru soal pilpres 2019. Secara detail saya ingin menanggapi kejadian terkait pilpres yang baru baru ini terjadi. Yaitu, kerusuhan pasca pengumuman hasil rekapitulasi Pilpres 2019.

Saya barusan abis menonton Mata Najwa terkait dengan kejadian ini dan akan saya jadikan sumber analisis utama untuk pembahasan hari ini. Dengan video tambahan dari Merdeka (untuk pernyataan Jokowi) dan Berita Satu (untuk pernyataan Prabowo) supaya diperoleh pernyataan elit yang utuh dan tidak dipotong.

Yang saya suka dari Mata Najwa episode Rabu kemarin adalah, pembahasan kasus ini dilakukan bersamaan dengan kericuhan yang sedang terjadi di tempat secara realtime dibuktikan dengan reporter Narasi TV yang meliput di sana.

Saya yakin tim Narasi pasti kaget dan langsung menanggapi tema dadakan ini.

Alur Kejadian

Aku jelaskan dulu kronologis singkatnya. Semoga cukup menjelaskan. Pada pukul 18.00 Polisi sudah meminta massa yang duduk di Bawaslu untuk meninggalkan tempat. Tapi mereka menolak dengan alasan menunggu Pak Prabowo, yang katanya akan datang berorasi di sana dan polisi akhirnya memberikan kompromi yaitu sampai pukul 21.00. Tapi belum sampai jam 9 kerusuhan sudah terjadi.

Ada yang saling melempar petasan, ada pula yang membakar ban, dan polisi berkali kali melempar kembang api sebagai tanda agar massa mundur dari tempat dan segera meninggalkan area unjuk rasa.

Bahkan ada isu, massa menyerang Asrama Brimob. Hal ini sudah dijelaskan oleh Kapolri Tito Karnavian secara detail. Bahwa yang terjadi di Asrama Brimob adalah kejadian yang disengaja untuk martir. Dengan catatan, yang melakukan bukan massa yang berdemo di depan Bawaslu. Melainkan sekelompok orang lain yang ketika diperiksa polisi, mereka membawa sejumlah uang senilai 5 juta rupiah dari seseorang. Entah seseorang itu siapa sampai sekarang masih diselidiki oleh pihak kepolisian.

Pernyataan Elit Penting

Sekarang kita simak terlebih dahulu pernyataan sikap para elit yang ada kaitannya dengan kejadian ini (walaupun ga harus benar benar pasca 22 Mei itu ya, tapi paling tidak. pernyataan sikap ini bertujuan untuk menanggapi kerusuhan, ya seperti 22 Mei ini).

Setelah itu izinkan saya menyisipkan salah satu video dari Mata Najwa berikut ini yang mencakup pembahasan pernyataan keduanya menurut pihak Universitas Andalas dan Charta Politika. Yang mau nonton episode lengkapnya silahkan klik channelnya lalu tonton video yang dimaksud.

Dilihat dari kedua video ini sudah jelas berbeda ya. Tanggapan seorang presiden dengan seorang negarawan.

Untuk Pak Jokowi, saya melihatnya memang sudah sewajarnya dalam kapasitas sebagai pemimpin negara, menekankan tindakan tegas bagi yang berniat mengacaukan negeri ini, termasuk kerusuhan ini. Menurut saya sih sudah cukup benernya, tapi alangkah baiknya dipertegas lagi maksud bapak untuk menenangkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Menurut saya bapak kurang detail di situ. Memang bapak menyatakan TNI dan Polri akan bertindak tegas tapi tambahkan lagi akan melindungi segenap rakyat Indonesia dan menjamin rasa aman bagi rakyat, kalau bisa tambahkan fasilitas tertentu bagi masyarakat yang merasa terganggu. Misalnya pengaduan ke hotline tertentu.

Untuk Pak Prabowo sendiri, beliau lebih menanggapi para massa agar berdemo sesuai peraturan. Saya ada banyak catatan nih, soal bapak. Kalau memang mau membujuk pendukungnya agar jangan rusuh dan melawan aparat– singkatnya gitu kan, harusnya bapak bertindak tegas dengan menyuruh pendukungnya pulang. Saya setuju berat dengan pak Feri Amsari dari Universitas Andalas dan pak Yunato Wijaya dari Charta Politika untuk hal ini.

Kata pulang sangat efektif agar massa benar benar literally berhenti dan pulang sehingga tidak jadi berbuat kerusuhan/anarkis. Para pendukung akan mendengarkan orang yang didukungnya. Dengan demikian suasana akan damai dan kerusuhan gak akan separah waktu 22 Mei kemarin.

Selain itu, pernyataan pak Prabowo soal “(para tentara dan polisi) kalian memakai seragam dan senjata dari uang rakyat, maka dari itu kalian harus mengayomi rakyat dan jangan menyakiti rakyat”. Hati hati pak, pernyataan ini bisa menimbulkan asumsi bahwa bapak menuduh pihak keamanan terlalu represif terhadap rakyat. Padahal kenyataan di lapangan ya seperti yang dilaporkan oleh Narasi TV.

Setelah mendengar pernyataan pak Prabowo di tambah pernyataan bapak bapak dari BPN Prabowo-Sandi malah membuatku sakit perut di tengah acara, karena kencangnya mereka berargumentasi. Bukannya menyejukkan, justru malah bikin tambah panas. TKN Jokowi-Ma’ruf Amin pun capek dan terkesan ogah menanggapi (terutama) tudingan mereka. Nah yang tambah panas ini sudah terjebak fallacy dan bias dalam menanggapi kejadian ini.

Fallacy yang terdektesi di sini adalah cara membangun emosi berlebihan sehingga orang jadi gampang percaya dan kabur dari maksud yang sebenarnya. Jenis fallacy ini bisa disebut dengan appeal to pity yang sebenarnya artinya membangun rasa kasihan. Tapi aku mikir ini bisa dipakai juga untuk membangun emosi untuk melampiaskan amarah.

Sedangkan bias yang terdeteksi di sini adalah pernyataan mereka dibangun dalam suasana emosi akibat tidak suka/kebencian/tidak percaya terhadap sesuatu sehingga tidak bisa memahami maksud yang jelas dari lawan bicara mereka.

Tapi untungnya, mbak Najwa Shihab selalu membawakan acara dengan pintar, di akhir acara beliau meninta semua yang menjadi pembicara agar memberi gestur menyejukkan seperti berpelukkan. Ini yang saya suka dari mbak Najwa Shihab dimana beliau tidak memperpanas walau membahas politik sedikutpun dan aku percaya sama acara ini dari sejak lama.

Tanggapan Saya

Tanggapanku terkait kejadian ini? Pernah belajar PPKN di SMP soal aturan demonstrasi? Saya ingat banget loh pelajaran tersebut termasuk batas waktu demonstrasi adalah pukul 18.00 dan harusnya kita taati pertaturan yang ada. Jangan dipakai untuk berbuat kekacauan, apalagi sampai dianggap membatasi kebebasan berekspresi. Semua ada aturannya. Tempat diatur, waktu pun juga diatur. Peraturan dibuat apalagi kalo bukan untuk kepentingan bersama?

Kedua, aku ga bermaksud mengecilkan kejadian ini tapi kejadiannya hanya berpusat di Bawaslu, Tanah Abang, semacamnya. Jangan seakan dibuat seJakarta itu menakutkan kemudian parno, takut beraktivitas. Aku kebetulan ada test tanggal 23 kemarin di daerah Salemba dan daerahnya aman kok. Malah pas pulang cenderung macet di depan UI. Jadi dari kita penting nih agar jangan takut, jangan terprovokasi, tetap tenang, dan percaya sama pihak keamanan dan elit politik. Jangan sampai kita menganggap mereka adalah musuh kita karena justru it would lead us to the fallacy, and bias.

Oke? Sekian dan terima kasih.

Membahas Tuntas Pilpres 2019 : Jauh dari Damai?

Sudah lima tahun sejak pilres 2014 dan sekarang diadakan lagi di tahun 2019 dengan kandidat yang sama. Presidennya maksud saya, yakini Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto.

Hanya kali ini cawapresnya saja yang berbeda. Rada lucu sih sama pemilihan wapres mereka. Jokowi mengusung K.H. Ma’ruf Amin sebagai wakilnya, sementara Prabowo memilih Sandiaga Uno sebagai wakilnya.

Calon Wakil Presiden

Untuk K. H. Ma’ruf Amin, ini sih yang menurutku kocak. Karena sebelumnya kan beberapa tokoh disebutkan yang sebagian memang politisi seperti misalnya Mahfud MD. Tapi pada saat deklarasi, Ma’ruf Amin ini yang terpilih. Bagi yang gak tau, dia adalah ulama sekaligus Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) .

Mengenai alasannya, menurutku kayak gak ada yang lain selain karena Jokowi ingin meraih suara para muslim fundamental (alias garis keras), mengingat sebagian menganggap Jokowi kurang islami (yang menurutku kenapa harus pake agama yah? kalau soal politik). Sebenarnya saya mau komplain soal terpilihnya dia jadi cawapres, tetapi karena ini judulnya wakil presiden jadi ya gabisa komplain banyak sih. Karena jobdesc wapres memang ga seberat itu.

But menurutku kalo emang mau meraih suara muslim fundamental, pencalonan Ma’ruf Amin ini kurang kuat sih. Soalnya kubu Prabowo-Sandi udah didukung sebagian muslim fundamental dari dulu dulu. Udah lama banget. Jadi ga ngubah sebagian pilihan mereka sih. Even mereka tetap kekeuh sih gamau mengubah pendirian mereka karena udah terlanjur ga suka sama Jokowi, mau Jokowi milih Din Syamsudin sekalipun.

Sedangkan Sandiaga Uno, rasanya belum terlalu lama dia terjun dalam dunia politik. Belum lama aja dia terpilih sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2017 yang lalu bersama Anies Baswedan sebagai gubernurnya. Lalu tetau ditunjuk aja sebagai cawapresnya Prabowo.

Beliau terpilih karena pengen meraih suara millenial sama ibu ibu muda (kata skinnyindonesian24 loh ya hahahahahah). Ya emang sih pak Sandi dekat ama kawula muda, dari pilkada DKI aja kayak gitu dia. Tapi yang aku liat rata rata justru pada mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Ntah kenapa ya… Mungkin ibu ibu muda lebih masuk di akal.

Heboh Sebelum Waktunya

Pilpresnya memang baru diadakan 2019, tapi heboh (dan ributnya) udah dari 2018. Mata Najwa aja sebagian episodenya membahas pilpres 2019 sampai sekarang.

Tapi jujur aja, aku ga terlalu pengen ikut kehebohannya. Soalnya… males debat apalagi sama yang udah keras kepala dan sering banget menyebar hoax walaupun udah dibilangin berkali kali, itu adalah hoax. Capek hati juga.

Sempat denger ga sih tagar #2019GantiPresiden? Sekilas orang melihat ini sebagai usaha makar, tetapi sebenarnya yang bikin tagar tersebut ga bermaksud demikian.

Biar begitu, hastag tersebut tetap trending, bahkan banyak orang membuat meme soal tagar ini. Seperti misalnya….

#2019GantiKalender

#2019GantiHape

#2019GantiKerjaan

#2019GantiJamMakanSiang

#2019KuliahLagi

#2019GantiMobilBaru (anyway saya nulis ini pas nunggu mobil ortu diservis :P)

.

.

.

Jangan diambil serius, itu semua bikinan saya sendiri *hahahahaah

Joke aside, seiring dengan hebohnya tagar tersebut, pemberitaan media massa pun juga jadi heboh. Belum lagi hoax yang disebarkan makin menggila, sepertinya sudah di taraf yang paling keterlaluan, baik di browser opera mini, maupun di grup whatsapp keluarga πŸ˜›

Apalagi yang grupnya seabreg abreg.

Ini sih kita sendiri yang harus lebih hati hati dalam mencerna berita. Yang penting jangan bias karena sama sama A B C, jangan mudah terpancing apalagi sama pemberitaan yang (keliatan banget) menggiring opini. Apalagi grup whatsapp keluarga (disebut lagi).

Usaha perdamaian pun dilakukan, seperti misalnya bersatunya dua kubu menanggapi kasus papa Setya Novanto. Kemudian atlit pencak silat yang memeluk Jokowi dan Prabowo waktu Asian Games 2018 (dan saat itu mereka berdua duduk bersama nonton bareng).

Tapi sepertinya kurang cukup untuk mendamaikan kedua kubu. Kalaupun baikan ya ibarat anak kecil. Gampang baikan tapi abis itu ya ribut lagi.

Hari H Pemilihan, Masih Ribut

Secara logika, harusnya kalo udah pemilihan ya saling berbaikan kan ya orang orang. Harusnya sih, gitu.

Tapi sayangnya, sepertinya damai itu sudah jauh dari jangkauan kita. Beberapa jam setelah pemilihan berlangsung Prabowo – Sandi langsung mendeklarasikan kemenangan.

Padahal quick count masih berlangsung dan KPU sedang menunggu rekapitulasi dari masing masing TPS. Metodenya darimana? Katanya sih dari exit poll, lebih lengkap ada di video ini.

Pertanyaanku cuman satu di bagian ini, saat penghitungan suara, saksi kubu 02 ini pada kemana?

Penghitungan real count terus menerus ditunjukkan lewat situs KPU secara realtime sehingga ga perlu dikawal segitunya (oleh kita yaa). Maksudku kita duduk manis aja liat situs KPU. Beda dengan pilpres 2014 yang waktu itu hanya menampilkan scan formulir C5 dan waktu itu rentan dengan ‘penghilangan’ atau ‘kecurangan’ formulir tersebut.

Karena klaim kemenangan kubu 02 inilah makin ribut orang orang apalagi merasa bahwa calonnya sudah menang lalu menyalahkan KPU yang dinilai curang, dan mendesak Bawaslu untuk bertindak tegas terhadap lembaga tersebut.

Ini menurutku agak, gimana yah. Soalnya para petugas KPPS pada kelelahan loh udah capek capek menghitung perolehan suara tapi ujung ujungnya dibilang curang. Belum lagi ada yang meninggal karena kelelahan kan dan yang meninggal itu gak sedikit. Tapi dibilang karena keracunan lah, apalah segala macam. Apa ga kasihan gitu loh sama keluarganya? Lagi berduka kok ada asumsi demikian gitu…

Oke, balik lagi. Ributnya ga selesai selesai bahkan dua/tiga hari ya sebelum deklarasi pendukung paslon 02 mengerumuni Bawaslu sambil menunggu buka puasa (berhubung ini bulan ramadhan).

Pada akhirnya, pengumuman hasil rekapitulasi dari KPU yang seharusnya dilakukan 22 Mei 2019, dimajukan menjadi 21 Mei 2019 dini hari. Udah kayak SIMAK UI aja yang pengumumannya suka dimajukan *woi. Barulah kubu 01 mendeklarasikan kemenangannya setelah pengumuman itu.

Kisruh Pemilu Terparah

Sejauh ini yah, belum separah kejadian 1998 (semoga kedepannya jangan).

Setelah itu yang ikut demo di depan Bawaslu ribut dengan polisi yang berjaga dini hari. Kebanyakan melempar petasan.

Tapi setelah pagi, udah ga rusuh lagi. Meskipun demikian beberapa jalan ditutup untuk kendaraan. Buat berjaga jaga katanya.

Gak cuman jalanan yang ditutup, akses sosmed pun juga dibatesin berkat hoax yang merajalela berkaitan dengan isu ini. Meskipun aku nilai ya ga seharusnya diblokir juga sih. Mending ditangkepin yang nyebarin hoax dan diblokir kesannya kek gampang banget. Menkominfo dalam memberi solusi selalu yang praktis tahun terakhir, terutama pas kasusnya tiktok kapan tau.

Tapi, hikmah dibalik pembatasan ini adalah, menjamurnya VPN yang aslinya ga banyak dinotis, malah jadi banyak fansnya. Tapi lagi lagi ada yang broadcast duluan soal bahayanya VPN lah, padahal itu kalo emang salah pilih juga dan disarankan baca terms and conditionsnya. Daripada asal pilih VPN mending tanya yang lebih ahli baru bisa menentukan VPN mana yang aman buat didownload.

Sekarang udah tanggal 25 yang katanya batas akhir pembatasan, harusnya sudah bisa diakses bebas… kan ya?

Jauh dari Damai?

Pilpres ini bisa dibilang jauh dari damai menurutku. Apalagi kubu 02 mengulang pola yang sama dengan pilres 2014. Yakini dengan menggugat hasil KPU ke Mahkamah Konstitusi. Meskipun sebelumnya bilang tidak percaya pada MK, tapi hanya itu satu satunya jalan untuk ‘membatalkan’ hasil real count KPU.

Dengan demikian, perdamaian yang digaungkan pun semakin jauh dijangkau, mungkin setelah keputusan MK keluar baru bisa benar benar damai.

Meskipun, ga etis juga untuk meneruskan debat pilpres apalagi dalam hubungan keluarga dan teman. Memang kita ga selalu sama dan sepakat dengan mereka, apalagi tahu alasan memilih salah satu paslon cukup illogical dan radikal. Tapi rasanya ga worth it untuk dimusuhi sepenuhnya, kalo kita kehilangan orang yang berharga, kita semua yang rugi.

Aku ada teman satu eskul yang getol memilih salah satu paslon dengan postingannya yang toxic parah menurutku. Tapi aku ga musuhin dia, simply aku ignore aja postingannya dan udah aku unfol (baru follow lagi pas dinilai udah ga toxic lagi, teehee). Aku ga pernah mau unfriend kalo menurutku teman tersebut pantas untuk diperjuangkan. Kalo kagak ya kau kena libas dariku. Hohoho.

Ya, cukup sekian pembahasan hari ini yang sudah mengendap berhari hari di draft ini. Kalo ada update lagi mungkin bakal ada di postingan selanjutnya, kalo ada ya… Sambil berharap updatenya yang lebih menyenangkan lagi.

Untuk mengakhiri postingan ini, mau sisipin satu video yang mau aku attach dari dulu. Ini epic rap battle versi green screennya. Versi fullnya tonton di sini. Kenapa versi green screen? Karena lebih bermakna di sini.

Membahas Youtuber : Jang Hansol (Korea Reomit)

Membahas youtuber…. Lagi.

Kali ini mau tak bahas salah satu youtuber yang I really into him, recently. Maksudku kalau misalkan mau cari youtuber Korea yang bisa bahasa Indonesia, sekaligus juga youtuber jawa ya Jang Hansol jawabanya…. a. k. a Korea Reomit.

Sebelum dia, aku udah ngefollow salah satu youtuber korea juga, dia sebenarnya ini foodvlogger (hint : yang sebelumnya pernah kena kasus sama Deddy Corbuzier) seangkatan lah sama Ken & Grat. Udah beberapa kali nonton tapi beberapa saat kemudian saya gak nonton videonya lagi entah kenapa deh. Jadi berasa ga gitu relevan lagi.

Itu yang korea, sekarang yang jawa. Youtuber jawa ini aku udah ngefollow Bayu Skak sama Londo Kampung punyanya cak Dave. Cuman yang Bayu Skak udah jarang upload (paling yang seputaran yowis ben). Padahal aku ngerti sebagian istilah jawa ya karena dia. Londo kampung entah kenapa saya kurang chemistry kayaknya. Ini sumpah aku ga ngerti kenapa. Mungkin karena aku ga suka topik prank jadi, begitu.

Nah sampai, aku nemu videonya Hansol, tiba tiba nongol aja gitu di rumah. Kalo ga salah videonya yang SOPA atau kapal Sewol gitu. Yaudah aku nonton gitu aja dan sampai aku bikin postingannya berdasarkan video itu, yang mau baca klik di sini.

Dari sinilah aku jadi tertarik cari tau tentang Hansol dan juga fakta menariknya yang aku gampang banget nemunya. Hahahahah

Latar Belakang

Salah satu fakta mencengangkan adalah, dia seumuran saya loh! Sama sama umur 25! Generasi 94 gitu loh… Udah gitu dia kelahiran bulan Mei, aku Januari. Fix mudaan dia daripada aku, huks *dilempar

Tapi gara gara faktor seumuran inilah, aku berasa related sama remajanya dia selama di Indonesia. Yap, dia ga cuman bisa bahasa Indonesia tapi juga lama tinggal di Indonesia. Nanti ta jelaskan lebih lanjut.

Hansol dan keluarga mulai pindah ke Indonesia tahun 1998. Menurut keterangan Hansol saat itu di Korea lagi kena krismon IMF. Meanwhile di Indonesia tahun itu lagi guncangan parah kan? Kan karena abis kerusuhan (yang kasusnya masih misteri sampai sekarang). Terus udah gitu Soeharto (dipaksa) mundur jadi presiden. Entah keluarganya Hansol sadar atau enggak sama kejadian itu. Samaan kan tahunnya?

Balik lagi ke krismon di Korea, paling kena dampak adalah pengusaha. Meanwhile sebelum kesini bapaknya seorang pengusaha, jadilah dia kena dampak, perusahaannya gulung tikar. Terus akhirnya memutuskan pindah ke Indonesia dan mengadu nasib di sana, tepatnya sih Malang.

Pertanyaan dibenakku begini, apa yang ada di pikiran keluarga Hansol dan apa hubungan mereka dengan Indonesia sehingga jadi pindah ke sini? Aku curiga salah satu keluarganya ada yang hubungannya akrab banget sama Indonesia (entah punya sahabat/nakama orang Indonesia atau kuliah jurusan bahasa Indonesia). Sehingga mereka nekat kemari.

Padahal, bisa aja kan mereka mengadu nasib ke US atau Jepang misalkan, kan lebih maju dan lebih ramah imigran? Kalo alasannya karena murah sih masuk akal benernya, memang biaya hidup di Indonesia lebih murah. Tapi kok bisa sih kepikiran Indonesia gitu loh. Ini misteri terbesar, kalo ada bolonya Hansol yang tau bisa komentar di sini.

Oke lanjut, udah pindah kesini. Dia ngira dia lagi liburan sama keluarganya (waktu itu masih empat tahunan lah belum mengerti) tapi kemudian dia mikir lah kok ga balik balik ke Korea. Saat itulah baru nyadar dia kalo dia udah pindah ke Indonesia, bukan liburan lagi.

Mereka tinggal di kontrakan gitu karena aturan WNA saat itu ga boleh punya tanah/rumah pribadi (saat itu ya, kalo sekarang sih udah boleh lah ya kayaknya, atau batasannya dilonggarkan. Ini mah aturan bekasannya orde baru aja). Lebih lengkapnya lagi ada nih videonya, waktu dia tapak tilas ke rumah rumahnya di Indonesia.

Abis itu dia berjuang lah adaptasi di sini terutama bahasa, dia ngaku katanya susah mencerna bahasa teman temannya yang dia ga ngerti. Dia langsung lanjut TK di sini btw, gajadi lulus TK di Korea. Sama makanan pun dia beradaptasi berat. Aku pernah baca blogger yang anaknya susah payah adaptasi sama kehidupan di Selandia Baru, aku related parah sih. Seandainya aku jadi Hansol atau anaknya blogger itu bakalan ngerasain berat.

Tapi seiring berjalannya waktu. Dia lama lama terbiasa sama kehidupan di sini. TK SD SMP dan SMA dia habiskan di sini. Gara gara itu justru bahasa Indonesianya lebih mahir daripada orangtuanya, malah dia juga mahir bahasa Jawa dan bahasa Jawanya itu ngapak abis.

Pergaulannya sama teman teman di Indonesia juga parah banget sih kayak remaja Indonesia pada umumnya dan once again, aku ama dia seumuran jadi aku related banget masa remajanya dia ngapain. Dia suka main PS, main dota, ayodance. Malah sempat punya motor di sini dan ada SIMnya pula.

Udah gitu dia kalo makan itu ga pikih pilih. Dia suka banget sama makanan dan camilan Indonesia. Cara makannnya udah yang membumi parah kayak orang lokal. Dia makan makanan lokal aja bikin ngiler… Mauuuu

Dia supel parah sih sama kayak supel parahnya Jerome di Nihongo Mantappu. Waktu SMA dia sampai terpilih jadi ketua OSIS masa? Untuk ukuran orang asing di Indonesia udah hebat parah kan ya? Udah gitu ikut eskul dance juga dan pernah perform di depan umum.

Sampai akhirnya dia lulus SMA dan kuliah di Singapura dan setelah lulus kuliah, dia balik dan sempat kerja di Korea. Sebelum dia akhirnya jadi fulltime youtuber di Korea, dengan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa yang medok parah jadi kuncinya. Oh iya keluarganya juga udah balik ke Korea kecuali kakaknya ada yang tinggal di sini sampai sekarang.

Kualitas Bahasa

Dari segi bahasa, dia bahasa Indonesia dan Jawanya kentel banget. Itu semua karena banyak pergaulan sama teman teman wong Malang. Apalagi sekolahnya itu di sekolah Indonesia yang biasa pada umumnya (swasta Katholik dia) bukan sekolah internasional apalagi sekolah Korea.

Inilah yang membedakan Hansol dengan orang Korea di Indonesia pada umumnya. Dia ga cuman sekedar pintar atau sekedar cinta/suka Indonesia. Tapi dia Indonesia banget.

Aksennya ga usah diragukan. Ngomong ya santai kayak wong native gapake acara gagap. Dia ngomong bahasa Korea, jadi wong Korea banget. Dia ngomong bahasa Indonesia, jadi wong Indonesia versi muedok, dia ngomong bahasa Jawa, mueeeddok parah! Jadi intinya dia bisa jadi bunglon setiap saat di negara yang berbeda *woi

Kualitas Konten

Kalau nonton video youtubenya pas awal awal, biasa banget sih emang tapi makin kesini kualitas editannya udah kayak program TV di Korea. Untuk segi hubungannya sama youtuber lain ya sama aja supelnya dengan dia sama teman temannya. Dasar kepribadiannya memang sanguinis ya kalo ga salah. Ekstrovert parah bisa nyambung sama siapa aja.

Konten favorit aku ya tentu saja vlog, dan yang paling penting, pemaparan kasus yang terjadi di Korea. Dia detail banget tapi prinsipnya kayak NET TV, no gossip haha. Jadi yang dia ungkapkan itu apa adanya (berdasarkan fakta) dan editannya juga sangat membantu penjelasannya (kadang bikin jumpscare juga, hehe). Terus juga pembawaannya enak banget ini yang bikin aku makin betah nonton videonya dia dan (akhirnya) menjadi salah satu youtuber Korea – Indonesia yang notable banget buat aku. Jadi ya cocoknya ama dia.

Ah iya, konten mukbang ASMR boleh juga sih menurutku. Terakhir aku ngiler sama rawon rendang asal asalan ala dia. Tapi aku ga terbiasa sama suara makan sih jadi again cocok cocokan, mungkin ama dia juga.

Sebagai Orang Jawa (Saya)

Aku gapernah cerita di sini, kayaknya tapi aku 80% berdarah Jawa dan didominasi oleh gen bapak aku yang memang asli Jawa Cilacap. Sisanya dari mamaku. Jakarta, Sunda, sama kecipratan Arab sedikit dari kakek. Tapi overall aku ngerasa aku ini wong jowo. Berhubung sebagian sepupuku ya orang jawa juga dan lebih sering interaksinya ya sama jawa (bisa dilihat aku lebih sering liburan ke Jawa). Tapi masalahnya adalah, aku bahasa Jawanya gabisa. Bapakku gapernah ngajarin (takut gabisa kali yah). Well itu masih aku kecil sih sampe ketemu youtuber kayak Bayu Skak, londokampung, terutama Korea Reomit. Setidaknya dari fair jadi get by in lah kalo bahasa Jawaku sekarang. Get by in dalam artian untuk komunikasi dasar aku bisa. Itu semua berkat ketiga youtuber ini.

Oh iya, Korea Reomit memang ga khusus ngajarin bahasa Jawa sih kayak bayu skak ataupun londo kampung tapi Hansolnya iniloh bikin aku jadi medok ngikutin dia. Hahaha parah. Aku malu yo masa aku bahasa Jawa kalah sama wong Korea, mbuh lah.

Dan….. yang paling penting, senseiku bisa bahasa Jawa. Makin malu saya kalo bahasa Jawaku masih payah…

Wait wait wait kok jadi ngomongin sensei sih ya. Yaudahlah, begitulah tentang Hansol untuk kali ini. Oh iya hampir lupa, ada yang belum tau arti dari Korea Reomit? Perhatikan Reomitnya, itu sebenarnya kebalikan dari timoer. Karena wong Malang (atau Madura yak?) suka membalikkan kata kata jadi ya demikian. Dia pilih timoer karena gamau kesentral antara selatan dan utara, taulahya kenapa.

Untuk mengakhiri postingan ini, aku sisipkan video khusus 5000 subscribers (sekarang sih udah 1M lah yaaa) yang… Sebenarnya miris tapi kok ya lucu. Oke aku kabur dulu, bye.

Serunya Bermain Plurk

Di postingan community portfolio, aku sempat mention kalo aku sama kak Kevin dulu suka main plurk2an. Plurk itu makanan apa sih?

Tampilan plurk per 2019 (aku gaada screengrab yang edisi 2011)

Jaman dulu waktu 2011, sosmed ini trending banget setara dengan twitter lah. Cuman waktu itu postingan di plurk bisa direshare lagi ke facebook dan ini yang paling asyik sebenarnya, sebelum fitur ini dimusnahkan semena mena oleh pihak plurk *hufh

Fitur asik lainnya adalah setiap kita post dan nambah teman, karma kita juga akan meningkat. Karena karmanya banyak jadi bisa pake emot macam macam. Hihihi

Tapi, kalo jarang ngepost, karma kalian bakal berkurang perharinya. Untuk mencegah hal tersebut kita bisa memfreeze jumlah karma kita. Jadi karma kita aman sentosa *haha

Aku sering main ini pakai komputer, jauh sebelum smartphone menggila. Di situ entah penggunanya dikit (atau aku yang dikit temennya?) jadilah aku ngerasa sosmed ini intimate banget buat teman terdekat kaori aku. Ada Juli aka yulinur, harry, nuke, chion, dan terakhir tentu saja kak shinmuhammad alias kak Kevin wwwww

Udah gitu aja sih. Postingan ini membuatku baper tapi bukan karena hubungan aku ama kak Kevin di masa lampau, melainkan baper karena kaori nusantara, kangen masa masa bareng mereka semua. Itu.

Mengakhiri postingan ini, aku tampilkan beberapa screengrabnya yang lumayan seru di sini.

Untuk aib postingan lebih lanjut, silahkan kunjungin akun plurk saya di sini.

Yang ini yang paling kacau wwwww

Community Portfolio

Di Instagram, saya sempat mau posting secara singkat mengenai komunitas yang pernah saya ikut. Sekarang saya menulis versi detailnya. Tujuan saya membuat postingan ini adalah untuk menunjukkan kinerja saya selama berada di komunitas di bawah ini sekaligus mengingat masa masa ketika saya pernah berada di sana, dan yang paling utama, mengingatkan saya akan hal indah yang terjadi dan semua komunitas ini membentuk kepribadian saya seperti sekarang ini.

Mungkin saya pernah membuat beberapa postingannya di periode 2014. Tetapi untuk teman teman yang baru baca per periode 2018, saya akhirnya memutuskan untuk membuat postingan seperti ini (lagi).

Saya pernah bergabung di beberapa grup FB (yang tentu saja tidak dihitung ya), eskul, dan satu komunitas online dan sekarang saya sudah tidak rutin mengikuti lagi karena pertambahan usia, masalah, dan juga kesibukan yang menggunung (entah sibuk menata hati atau mempersiapkan diri untuk kuliah lagi *hihi).

Yang akan saya bahas di blog ini adalah dua komunitas yang merupakan klub/eskul dari institusi sekolah (yang berati saya berpartisipasi secara langsung) dan satu komunitas luar sekolah yang saya ikuti secara online.

TOMODACHI NO ROKU GAKUEN

Saya mengikuti eskul ini sejak saya mengetahui keberadaan eskul Jepang ini. Waktu itu masih awal saya menjadi otaku dan sangat maniak dengan anime dan bahasa Jepang. Saya ingat pertama kali saya masuk tomodachi, saya disuruh membuat teru teru bouzu (semacam jimat pemanggil hujan) dan di saat yang sama, saya juga disuruh membuat logo tomodachi sementara sampai pelantikan tiba.

Soal pelantikan, saya ada cerita lucu sih. Seminggu sebelumnya saya disuruh membawa barang barang yang ditulisnya dalam bahasa Jepang semua. Berhubung bahasa Jepang saya masih cetek saat itu, saya hanya menangkap secara literal saja. Bahkan mengandalkan google translate (yes google translate udah ada di jaman itu).

Tapi entah google translatenya yang masih kacau atau saya yang kurang penalarannya. Saya malah jadi membawa bahan mentah dan belum diolah. Misalnya, saya disuruh membawa yasaino iro iro (sayuran) dan gohan (nasi), tapi yang saya bawa adalah sayuran beneran, dan beras beneran yang belum saya olah sama sekali!

Saya yang tahu hal itu ngeri sekali, apalagi saat pelantikan saya harus menghadapi ketua umum pertama TOMODACHI yang terkenal sangat ganas dan AMAT SANGAT GALAK (saya serius, dan ybs kuliah psikologi, ckck). Tapi, saya sangat beruntung sekali karena saya tidak jadi ketemu ketum somplak itu, karena saya dijemput orangtua saya untuk menghadiri pernikahan salah satu relasi mana gitu saya lupa.

Jadilah saya tidak terkena pembantaian senpai tergalak sekomunitas itu, haha….hahaha..AHAHAHAAHAHAH

Tapi resikonya, saya jadi tidak dapat pin dan harus mencari tanda tangan dari semua senpai yang membuat jantung saya tidak karu karuan (maklum, orangnya grogian. sekian dan terima kasih).

Sudah kelar soal pelantikan itu, saya ikut ngumpul setiap minggunya dan bahkan ingat pernah membantu untuk demo eskul dan sekali jadi panitia.

Highlight yang paling tinggi selama saya di eskul ini adalah, saya mengikuti lomba kana (hiragana katakana) di INOBU SMAN 1 Bekasi tahun 2011. Saya ikut lomba seminggu sebelum gelaran INOBU. Tapi saya baru daftar mepet, beberapa hari sebelum lomba. Jadilah saya mempersiapkannya pun mepet, tapi alhamdulillah masih tercover berkat guru bahasa Jepang favorit saya satu almamater kampus, Juita-sensei.

Saya ingat saya bisa mengerjakan hampir semua soal yang ada di dalam lomba itu. Saya bersyukur banget, meskipun akhirnya saya kalah dari lomba itu. Tapi itu membuat saya jauh lebih semangat lagi untuk belajar bahasa Jepangnya. Dan makin semangat mengikuti komunitas kedua di bawah ini.

KAORI Nusantara

KAORI adalah komunitas, forum pertama dan satu satunya yang saya ikuti secara online (setelah ini saya gak pernah ikut komunitas online lagi). Sebenarnya saya gabungnya ini gak sengaja. Gak sengaja nemu di internet waktu lagi nyari Kaori Oda (vokalis Sound Horizon), malah kedirect ke forum ini.

Jadilah 7 Januari 2010, saya resmi bergabung setelah saya mendapat sambutan pertama kali dari sang admin utama, Shin Muhammad alias Kevin Wilyan. Semenjak itu saya jadi punya banyak teman teman baru yang saya gak nemu di sekolah/institusi resmi. Banyak banget dengan latar belakang yang berbeda beda, seru rasanya kenal semua.

Selain teman baru, saya juga dapat banyak sekali pengetahuan terutama tentang anime Jepang dan software/hardware terkait dengan tukar data anime Jepang (seperti HDD External, torrent, DDL) yang semuanya saya baru tahu dan gak pernah saya sentuh sama sekali.

Saya bahkan baru tau yang namanya VN (Visual Novel), LN (Light Novel), yang mana saya belum pernah main VN sama sekali kecuali yang bikinan Maulana dan Raka, itupun untuk atas nama KAORI hahahhaah (sekarang aku gabisa mainin lagi, hiks).

KAORI ini juga sebenarnya pioneer anime bersubtitle Indonesia loh. Hanya waktu itu anime yang mereka upload gak sebanyak dan segencar anime sub yang lainnya. Waktu itu beneran Kevin Wilyan yang mempioneer ini semua. Termasuk forum anime ini, murni buatan tangan beliau. Aku salut berat sih sama dia. Waktu itu dia masih SMP yah udah bisa membuat yang sebesar dan sekaliber KAORI ini. Bahkan langsung menjadi admin utama (iyalah dia foundernyaaah).

Aku bahkan ingat, KAORI ini juga yang mengapresiasi seiyuu/alih suara Indonesia lewat tangan kak Saddam alias Dody Kusumanto. Dia yang paling banyak posting soal seiyuu anime yang didub secara resmi ke bahasa Indonesia. Bahkan sering banget dia ngetag seiyuu ke facebook saya. Walaupun saya sebenarnya gak yang gimana sih soal seiyuu ini. Tapi yang dilakuin kak Saddam ini membantu visi misi kak Kevin banget sih untuk memajukan anime Indonesia.

Banyak banget kenangan sama KAORI ini terutama sama kak Kevin yang waktu itu sempat, saya suka sama dia! Hahahahahah. Mulai dari sama sama diskusi di grup IRC KAORI, ketemu langsung di Tamini dan smansa bekasi, sampai sering banget aku ym (yahoo messenger) dan ngeplurk sama dia.

Amanat pembagian brosur dari kak Kevin, promosi forum yang masih hitam putih

Bahkan, beliau juga yang turut andil dalam keputusan saya banting setir pilihan jurusan, dari Ilmu Kimia ke Sastra Jepang. Bahkan beliau juga yang membuat saya berambisi lebih untuk berkuliah di Universitas Indonesia. Dia.. Hebat banget deh.

Dia memang sempat kuliah sih di UI jurusan Sastra Jepang. Saya inget banget omongannya di beranda forum waktu dia udah masuk UI,

“Saya masuk sasjep supaya bisa jadi dosen dan peneliti”

Dari situlah saya bercita cita menjadi peneliti soshum sampai detik ini. Kalau ketemu lagi udah makasih banget tuh sama ybs, haha.

Sampai, saya sempat berkonflik dengan kak Kevin karena suatu dan lain hal, bahkan sampai sempat keluar tuh saya dari KAORI. Hingga akhirnya aku nyerah udah gak consider, gak suka sama dia lagi (saya udah milih orang lain anyway). Tapi beberapa lama kemudian, kami berbaikan lagi sampai akhirnya ketemu lagi tahun 2013 di Universitas Al-Azhar Indonesia. Waktu itu workshop anime Uchuu Kyodai. Itu pertemuan terakhir kami dan kami belum ketemu lagi sampai sekarang.

Meskipun demikian, sampai sekarang masih tetap baik baik saja walaupun udah gak ngechat lagi kayak dulu. Cuman bisa sebatas di grup telegram saja.

*foto yang diambil secara sengaja, dia keren disini anyway

Kenangan terakhir

Aside from kak Kevin, hal lainnya yang berkesan selama saya mengikuti forum ini adalah, saya suka ngelawak. Terutama di reportase dan beranda. Terus juga saya pernah jadi wakil ketua Vocaloid FC walaupun hanya sebentar (enam bulanan gitu) dan sempat mewakili Vocaloid juga waktu battle royale. Saya juga pernah ikut KRN 48.5 (AKBnya KAORI, hihihi) dan sempat bikin cover lagu juga karena grup idol ini. Sayangnya saya udah gak ada datanya terutama suara saya yang hancur waktu itu, hahaha.

Saya juga aktif di subforum LPK (Lingkaran Penulis KAORI) karena basic menulis saya. Pernah bikin novel, puisi, cerpen, oneshot, bahkan sempat ikut kompetisi juga yang salah satunya diterbitkan dalam bentuk kumpulan novel (lagi lagi gak ada arsipnya karena forum mengalami overhaul total dan hilang semua data saya, hiks).

Pasca konflik dengan kak Kevin, saya masih aktif di KAORI hingga seiring berjalannya waktu, saya jadi jarang mengunjungi forum lagi. Karena keasyikan kesibukan kuliah. Sampai pada waktu forum mau overhaul total dan menghapus semua data, saya mengumumkan di blog KAORI bahwa saya mengundurkan diri dan gak akan balik lagi setelah overhaul.

Sejak itu berakhirlah masa saya di KAORI. Tapi bukan berati berhenti secara keseluruhan and then putus kontak yah sama teman teman. Saya masih ada teman teman KAORI yang ada di fb saya, masih ada yang suka saya curhatin *hihi. Saya juga akhirnya bergabung di grup telegram kaori beserta veteran kaorin lainnya sampai sekarang.

KAORI Nusantara sekarang lebih fokus ke newslinenya (yes mereka ada forum, fansub, dan newsline). Sekarang KAORI lebih dikenal karena newslinenya. Kak Kevin sendiri udah gak consider lagi sama forum dan forum udah makin sepi terakhir pas aku lihat.

ASOBU UNSADA

ASOBU, singkatan dari Yosakoi Soran Bu (jauh amat) adalah klub yosakoi (salah satu tarian tradisional Jepang) di bawah Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang Universitas Darma Persada. Saya waktu itu ngikut ketika namanya masih NBC (Nihon Buyou Club). Waktu itu mayoritas anggotanya masih cewek semua, sebelum mulai angkatan 2015 kesini makin banyak cowoknya.

Dari sini saya belajar banyak yang namanya latihan fisik. Itu yang paling utama sih dan penting banget. Soalnya kalo saya gak gabung di klub ini, saya gak bakalan tau mau olahraga apa secara rutin sampai sekarang. Yes, kalo saya olahraga saya suka menari tarian dari ASOBU. Berkat mereka saya jadi tahu pemanasan dan pendinginan yang benar seperti apa dan juga, ketahanan fisik.

Disini juga saya belajar yang namanya perform itu seperti apa. Saya juga jadi tahu rasanya tampil di depan umum tuh kayak gimana. Urutan tampil, backstage, make up, formasi (koordinasi), semua saya pelajari di komunitas ini. Berkat ini, saya yang aslinya grogian jadi pedean dikit lah. Ini juga membantu banget sih untuk saya tampil di depan umum.

Di sini juga banyak banget memori indah, terutama saat saya tampil di beberapa tempat. Saya terakhir tampil 2015 di Inobu itu dan sampai sekarang belum tampil lagi karena udah gak aktif lagi di klub ini (udah lulus bok, haha). Untuk pengalaman tampil saya silahkan dilihat di subkategori berikut ini.

Untuk penampilan saya, sebenarnya sedikit yang diupload di youtube, saya tampilkan deh beberapa (saya gak gitu keliatan sih di satu video anyway, tapi aku ada di situ).

Sekian penglaman saya di komunitas. Semoga semakin kenal dan cinta (halah) dengan saya, hahahahah. Saya bersyukur banget seengaknya pernah ikut klub/organisasi. Kalau saya gak pernah ikut tiga tiganya, mungkin gak tau mau jadi apa yah saya. Hingga detik ini, saya bersyukur, banget.

Sekaligus ini jadi pengingat buat saya, kalau saya harus berpikir positif dan tidak menganggap diri gak berharga, gak berbuat apa apa (kadang suka kepikiran sih itu). Mulai dari sekarang, udah harus lebih baik lagi dan…. lebih mencintai diri sendiri.

Diri kamu tuh berharga, hei.

BONUS

Pertukaran jejadian antara ASOBU (waktu itu NBC) dengan KAORI Nusantara ahahahahah thanks to kak Saddam

didedikasikan untuk kaorin yang ingin melihat penampilan saya di kampus tapi gak kesampaian gara gara kesiangan. *pardon me for the sound quality

*anyway kalo kebalik tetap ditonton ya, bentar doang kok cuman beberapa detik terus normal lagi.

Random Talk (Lagi)

Hi guys… Mau cerita random aja sih yang terjadi akhir akhir ini di hidup saya. Mungkin mengandung (sedikit) curhat.

Satu

Akhir akhir ini aku ngerasa excited sekaligus takut juga gitu loh karena nanti bakalan ada lagi perubahan dalam hidup saya. Apalagi ada kaitannya dengan cita cita saya yang saya idam idamkan dari dulu. It’s really thrilling somehow.

Dua

Sepertinya aku batal balik ke LBI UI bulan Mei term 2 ini deh. Soalnya ada masalah internal dalam keluarga dan aku capek secara batin. Belum lagi ada kaitannya sama finansial (aku belum bayar dan daftar ulang ya anyway) dan merasa aku mesti fokus yang lain…

Aku males sih harus daftar lagi, test lagi karena aku udah postpone dua term kan? Mungkin aku ikut program lain atau aku ikut GE lagi tapi loncat kelas ke GE 8 setidaknya, soalnya aku juga nyambi self study jadi gaada salahnya loncat kelas :P. Tapi untuk conversation aku ngerasa masih ga cukup– another reason why I want to comeback, sooo bad. Dan aku khawatir bakal ada yang kecewa kalo seandainya beneran batal balik….

Tapi… hidup gak ada yang tahu ya. Siapa tau tiba tiba ada keajaiban dan bisa balik lagi ke LBI sesuai jadwal (yang aku mau). Yekaaan. Gak tahu tapi… pasrah… tapi… masih ada lah pengharapan. Entah kapan, entah gimana caranya…

Tiga

Ini yang mau aku bahas yang dari poin satu. Aku lagi excited banget sama a certain program beasiswa buat S2, dan aku incar banget dari setahun yang lalu. Cuman kali ini excitednya beda karena aku tahu apa yang benar benar aku mau dan ngerasa aku udah keluar dari krisis dimana aku-gak-tahu-mau-jadi-apa. Gitu.

Udah gitu, pilihan universitas dan jurusannya sesuai cita cita saya banget. Soal universitas sih udah jelas ya, cuman untuk jurusan ini. Lucu sebenarnya karena ini sebenarnya ada di dalam diri aku, lamaaaa banget tapi baru nyadarnya sekarang.

Ini semua karena pengalaman aku di LBI tahun lalu dimana akhirnya keunleash lah, sesuatu yang ada di dalam diri aku dari dulu tapi akunya gak peka.

Yang jelas, saya gak bakalan ngambil yang sesuai jurusan S1 ya. Bukan gamau sih tapi menurutku udah selesai lah belajar bahasa Jepang (secara akademik ya).

Makanya sekarang aku lagi belajar, at least TPA sama bahasa Inggris (daku gapunya sertifikat TOEFL soalnya). Plus bikin essay yang ada kaitannya ama beasiswa tersebut.

Empat

Jadi, bagi teman teman yang baca ini, mohon doa dan dukungannya ya. Aku pengen semoga segalanya dilancarkan dan aku berhasil mendapatkan apa yang aku mau (gak ada yang menghalangi). Mohon banget ya teman teman… I need your encouragement right now so I’d not be alone. Please yaaa πŸ™‡

γŠι‘˜γ„γ—γΎγ™!